RSS

Menperin: Posco Minati Investasi Tambang

Saat ini tengah melakukan studi kelayakan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, grup bisnis asal Korea Selatan (Korsel) Pohang Iron and Steel Company (Posco) berminat masuk ke sektor pertambangan di Indonesia.

Saat ini, Posco tengah melakukan studi kelayakan.

“Grup Posco mau masuk ke industri pengolahan nikel. Di Indonesia Timur. Sekarang lagi FS (feasibility study). Belum tahu berapa rencana modal investasi dan kapasitasnya. Juga, apakah bermitra dengan lokal atau tidak,” kata di Jakarta, hari ini.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto menambahkan, Indonesia memiliki cadangan nikel berlimpah. Sejumlah investor, kata dia, sudah merealisasikan investasi di sektor hilir pengolahan nikel.

“Diantaranya, ada proyek Antam, proyek investor asal Perancis di Halmahera, dan oleh Tiongkok di Sulawesi Tenggara,” kata Panggah.

Dia memaparkan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan pabrik ferronikel berkapasitas 27 ribu ton per tahun di Halmahera, Maluku Utara.

Antam melakukan FS untuk membangun pabrik nikel pig iron berkapasitas 120 ribu ton per tahun di Mandiodo, Sulawesi Tenggara. Sementara itu, PT Weda Bay Nikel asal Perancis melakukan FS untuk rencana membangun pabrik nikel hidroksida di Halmahera.

Sementara itu, melalui Peraturan Menteri ESDM No 7/2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral, pemerintah mewajibkan pembangunan smelter untuk hilirisasi tambang di dalam negeri.

Hilirisasi industri berbasis barang tambang bisa dilakukan secara individual atau kerja sama dengan perusahaan tambang lain.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 29, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Mau Buka Tambang Harus Berani Nyogok

Sydney – WikiLeaks kembali beraksi. Kali ini, situs pembuka kawat diplomatik ke publik itu membocorkan sulitnya berinvestasi di tambang China. Pasalnya, perusahaan harus menyediakan sogokan untuk pemerintah setempat.

Hal tersebut dikemukakan oleh mantan Senator Australia dalam surat elektronik alias email yang dipublikasikan WikiLeaks, dikutip oleh AFP, Selasa (28/2/2012).

Email yang dipublikasikan tersebut merupakan salah satu dari ribuan surat elektronik yang dikumpulkan perusahan intelejen Amerika Serikat (AS), Stratfo, mulai dipublikasikan oleh WikiLeaks sejak Senin kemarin.

Email yang berjudul ‘Insight — China/mining’ itu menyatakan, pemerintah China tidak mampu menahan nafsunya untuk korupsi ketika melakukan pembicaraan kerjasama.

“Ketika perusahaan asing punya akses untuk berinvestasi, mereka biasanya jadi ragu-ragu karena sektor tambang di China merupakan sektor yang sangat korup,” kata senator yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Email tersebut dikirim pada medio 2010, hanya satu bulan setelah salah satu eksekutif perusahaan Australia ditangkap di China dan dihukum 10 tahun setelah pengadilan Shanghai court membuktikan ia bersalah karena menilap uang jutaan dolar dari perusahaan China beserta rahasia pembuatan baja di tahun 2009.

Peristiwa itu menghancurkan hubungan antara Beijing dan Australia yang merupakan rekan kerja terbesar dan terlama di sektor tersebut. Masih dalam email yang sama, senator itu juga menyatakan korupsi di China sudah menyebar ke seluruh sektor.

“Mereka tidak mau tahu mengenai aturan pertambangan yang diterapkan oleh Australia. Mereka juga percaya bahwa untuk mendapatkan izin tambang, perusahaan tidak hanya harus memenuhi syarat lingkungan,” tambahnya.

“Mereka pikir anda tidak punya kredibilitas, kecuali anda berani memberi suap,” ujarnya.

WikiLeaks mulai mempublikasikan email Stratfor dalam jumlah yang banyak Senin kemarin. Email yang bisa dilihats secara bebas dan gratis itu yang telah dikirim dalam jangka waktu Juli 2004 sampai December 2011.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2012 in Berita Tambang Luar Negeri

 

Tambang Illegal Dapat Sebabkan Musibah

Panyabungan MO – Pekerjaan tambang emas tanpa izin saat ini sudah banyak menyimpan tabir dan rahasia umum, saat ini saja sudah mulai banyak menimbulkan musibah bagi lingkungan alam terutama di daerah lingkar tambang, misalnya pencemaran lingkungan. Tercemarnya lingkungan dikhawatirkan akan mengancam terjadinya erosi dan bencana lainnya, belum lagi pekerjaan tambang illegal ini tanpa aturan.

Informasi dihimpun MO dari sejumlah penambang tradisional di Desa Humbang I Kecamatan Nagajuang Minggu (26/2) menyebutkan bahwa saat ini sudah ada puluhan bahkan ratusan lobang yag digali oleh para penambang di lokasi tambang daerah Tor Sihayo sambung dengan kedalaman lobang sekitar 5 meter ke atas.
Lebih lanjut dijelaskan penambang, bermarga Nasution ini bersama beberapa rekannya menuturkan bahwa peranan masyarakat sekitar banyak mengambil peran sebagai jasa angkut, yakni mengangkut hasil tambang dari lokasi tor sihayo ke kampung dengan upah Rp 150 ribu perkarung, dan penambang beserta tukang angkut yang naik ke gunung itu rata-rata 500 orang perhari, dan disebutkannya para pekerja di dalam lobang itu menginap di gunung untuk menjaga lobang masing-masing,”Memang kalau dari ceritanya satu karung sering memeroleh puluhan juta, tetapi tak jarang juga dalam sekarung hanya Rp 200 ribu bahkan tidak sampai, seperti main judilah bang” ucap mereka Salah seorang tokoh masyarakat Madina, Habib Daulay menyebutkan seharusnya Pemerintah kabupaten Madina tidak menutup mata atas kondisi ini dan melakukan tindakan strategis atas penambangan ilegal yang akan membaa bencana bagi masyarakat sendiri pasalnya kegiatan tambang ilegal itu tidak sedikitpun memiliki aturan main keselamatan penambang dan juga perhatian terhadap lingkungan,”Pemkab harus tegas menindak tambang ilegal ini, bukan kita tidak bersyukur ada sebagian penambang yang berhasil tetapi banyak juga penambang yang gagal, bahkan tantangannya seluruh masyarakat sekitar tambang yang akan merasakan akibatnya, perusakan hutan lindung dan pencemaran lingkungan itu damfaknya berbahaya” sebut Habib. (IDW)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Pemerintah Diminta Tidak Takut Renegosiasi Kontrak Karya Tambang

Jurnas.com | RENEGOSIASI kontrak karya perusahaan pertambangan harus segera dilakukan agar rakyat mendapatkan haknya sehingga tidak muncul tindakan-tindakan merugikan karena tak terpenuhinya renegosiasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Said Aqil Siroj menyatakan, dengan melakukan renegosiasi kontrak, pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, “Khususnya yang tinggal di sekitar lokasi tambang,”kata Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (27/2).

Menurut Said, terdapat sedikitnya tiga aspek yang perlu diperbaharui dalam kontrak karya pertambangan. Selain perlunya pembatasan terhadap luas areal tambang, lamanya masa penambangan juga harus dijadwal ulang. “Selain itu, royalti ke negara harus adil, jangan seperti sekarang,”katanya.

Said menjelaskan, Pemerintah harus terus didorong untuk melanjutkan rencana renegosiasi agar Negara tidak dirugikan dan kesejahteraan rakyat bisa terus ditingkatkan. Jika pemerintah tidak melakukan renegosiasi, maka daerah penghasil tambang seperti Papua, dan Kalimantan yang kaya malah hidup dalam kemisikinan.

“NU tidak sependapat dengan permintaan Amerika melalui dubesnya agar kontrak karya tidak di negosiasikan ulang,”tegas Said sembari meminta Pemerintah agar tidak takut melaksanakan renegosiasi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Lain-lain

 

Dilematis, Tumpang Tindih Lahan Tambang

Pontianak- Masalah tumpang tindih lahan antara perusahaan pertambangan dengan perkebunan dan kegiatan usaha sektor lain dapat memicu konflik berkepanjangan.

Kepala Dinas Pertambangan & Energi Kalbar Agus Amman Sudibyo mengakui selama ini memang belum ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

“Sehingga beberapa perusahaan terpaksa menempuh langkah business to business, dengan konsekuensi membayar ganti rugi kepada sektor lain,” ungkapnya kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi C DPRD Kalbar, belum lama ini.

Pemerintah dituntut segera mengambil langkah konkret, agar persoalan tidak berlarut dan berdampak terhadap iklim investasi daerah.

Dalam beberapa kasus tumpang tindih lahan, masalah memang berhasil diselesaikan melalui kesepakatan antarperusahaan yang bermasalah. Seperti PT Antam yang akhirnya mengizinkan PTPN XIII untuk menanam sawit di areal yang berada dalam konsesinya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Wajib Smelter, Adu Cepat dengan UU

MENTERI ESDM mengeluarkan aturan yang mengharuskan bahan tambang harus diproses di Indonesia, Mei depan. Lebih cepat dari UU.

Pemerintah sedang kebelet untuk segera merealisasikan UU No. 4 tentang Mineral dan BatuBara. UU tahun 2009 ini mengamanatkan bahwa perusahaan hasil tambang tak boleh mengirim hasil tambang ke lWajib Smelter, Adu Cepat dengan UUuar negeri sebelum diproses di dalam negeri. Mereka bisa mendirikan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) atau mengolahnya di pabrik perusahaan lain di Indonesia.

Perusahaan tambang sebenarnya diberi tenggat hingga 2014 untuk melaksanakan UU No. 4. Namun pemerintah tak sabar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No.07/2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral. Intinya, sebelum Mei 2012, semua perusahaan pemegang kontrak karya (KK) yang sudah berproduksi harus mendirikan smelter.

Tekanan tersebut mulai ada hasilnya. Kementerian ESDM mencatat, sebanyak 12 proyek pengolahan dan pemurnian (smelter)hasil tambang mineral dan batubara akan beroperasi sebelum 2014. Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan 19 smelter.

Ke-12 proyeksmelter tersebut di antaranya adalah milik PT Indoferro di Cilegon, Banten dengan produksi 500.000 ton besisponge per tahun mulai 2012. Saat ini, proyek dalam masa konstruksi. Selanjutnya, proyek PT Pendopo Coal Up Grading di Prabumulih, Sumsel yang akan memproduksi batubaraupgradesebanyak lima juta ton per tahun. Proyek yang tengah studi kelayakan akan mulai produksi 2013.

Lalu, PT Aneka Tambang Tbk di Halmahera, Malut dengan kapasitas 27.000 tonferronikelper tahun yang direncanakan mulai produksi 2014. Saat ini, proyek sudah melakukangroundbreaking.Kemudian, Aneka Tambang di Mandiodo, Konawe Utara, Sultra dengan produk nikelpig iron120.000 ton per tahun mulai 2014. Status proyek masih dalam tahap studi kelayakan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tambang Harusnya Berjarak 2-3 Jam dari Kota

RASA penasaran membuat empat mahasiswa asal Australia, R coo (21), Estela (20), Hamish (22) dan Liee (22) pergi tur ke kota Samarinda. Mereka tak hanya melihat wisata alam dan budaya suku asli Dayak di Desa Pampang Samarinda Utara. Namun mereka juga melihat aktivitas tambang di ibukota provinsi Kaltim ini sampai di daerah Kutai Kartanegara. Selama empat hari, mereka ikuti toxic tour bersama aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Apa tanggapan mereka?

Saat ditemui Tribun usai dari desa Pampang, Minggu (26/2), R Coo menuturkan bahwa permasalahan tambang batubara yang sangat dekat dengan pemukiman harus dipikirkan jalan keluar. Ia merasa heran dan takjub, setiap perjalanan selama lima puluh menit di kota Samarinda dan Jl Loa Duri Raya menemukan tambang batubara dimana-mana.

“Dengan ada tambang batubara pasti berdampak polusi. Saya tak bisa membayangkan bagaimana dampak terhadap masyarakat dari tambang. Kalau di Australia, tambang berjarak jauh yang ditempuh 2-3 jam dari kota,” kata R Coo.

Toxsic tour diadakan Jatam untuk mmemperlihatkan bagaimana daya rusak tambang terhadap lingkungan. Tur kelilingi Loa Kulu, Loa Duri dan singgah ke tambang CV Sulistia dimana konflik warga terhadap perusahaan tambang. Peserta tur dapat melihat tujuh konveyor tambang batubara di Jl Loa Kulu Raya. Alat yang mengangkut tambang dari stok field ke tongkang batubara bersandar di sungai Mahakam.

Selain itu, peserta juga dibawa ke Desa Kertabuana tempat lubang bekas galian tambang yang ditinggalkan tanpa reklamasi. Lubang itu jadi danau dan dikabarkan telah menewaskan tiga anak. R coo bersama tiga rekannya terkejut melihat tambang di kota Samarinda dan Kukar sangat dekat pemukiman dibandingkan informasi yang diterimanya selama ini lewat aktivis pecinta lingkungan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri