RSS

Aksi Penutupan Jalan Tambang Adaro Diwarnai Bentrok

24 Feb
Jumat, 24 Februari 2012

BANJARMASIN–MICOM: Aksi pemblokadean jalan tambang (hauling) milik perusahaan tambang batubara PT Adaro Indonesia yang dilakukan warga adat suku Dayak Deah di Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, sempat diwarnai bentrok antara warga dan aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun Media, Kamis (23/2), aksi pemblokadean jalan tambang di Km 79 Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, ini sudah berlangsung sekian lama dan beberapa kali buka-tutup. Sedikitnya, 200-an warga lokal yang berasal dari Suku Dayak Deah memilih tetap bertahan ketika aparat keamanan berusaha melakukan pembukaan paksa pemblokiran jalan tambang.

Upaya pembukaan paksa blokade ini, menyusul sudah hampir satu bulan perusahaan tambang PKP2B tersebut tidak dapat beroperasi. Sebanyak 1.500 pekerja tambang terpaksa dirumahkan.

Ratusan petugas kepolisian dari Polres Balangan dan Tabalong diturunkan ke lokasi. Ini sempat menimbulkan bentrok antara warga dan aparat yang berupaya membuka blokade secara paksa.

Warga memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam, sementara aparat kepolisian pun menyemprotkan gas air mata dengan mobil water canon.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bentrokan antara warga adat dan aparat keamanan, kabar berkembang ada sejumlah warga mengalami luka-luka.

Kepala Bagian Humas Polres Tabalong Aiptu Dewa Putu Alit mengatakan upaya negosiasi yang dilakukan aparat keamanan dipimpin Kepala Polres Tabalong AKB Trijan Faisal dan Dandim 1008 Tanjung, menemui jalan buntu.

“Sempat terjadi ketegangan, tetapi akhirnya dapat diredam dan akhirnya warga meminta melakukan negosiasi dengan Bupati Tabalong,” tuturnya.

Sementara, dalam pertemuan antara perwakilan warga dan Bupati Tabalong Rahman Ramsyi, warga menuntut pihak perusahaan membayar ganti rugi atas tanah adat yang kini dijadikan areal tambang batubara. Namun, tuntutan warga turun dari Rp55 miliar menjadi Rp4 miliar.

Tuntutan ganti rugi sebesar Rp4 miliar tersebut sama dengan nilai tali asih yang diberikan pihak perusahaan sejumlah desa dalam program CSR. Disepakati, warga akan membuka jalan tambang, tetapi tanah adat dilarang untuk ditambang, sebelum pihak perusahaan membayar ganti rugi. (DY/OL-10)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

One response to “Aksi Penutupan Jalan Tambang Adaro Diwarnai Bentrok

  1. unay wara jr

    Februari 24, 2012 at 4:05 pm

    Mantab

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: