RSS

Bursa Komoditi Buka Peluang Perdagangan Berjangka Batu Bara

24 Feb

 

Bursa Komoditi dan Derivatif jajaki pembicaraan dengan APBI untuk luncurkan perdagangan fisik dan berjangka batu bara. (BLOOMBERG/ANDREY RUDAKOV) BY AGUNG BUDIONO

JAKARTA (IFT) –PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, siap meluncurkan perdagangan fisik (spot) dan berjangka batu bara jika dibutuhkan oleh pelaku pasar. Bursa akan menjajaki pembicaraan dengan Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengenai rencana itu.

Megain Widjaja, Direktur Utama Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, mengatakan pihaknya hanya bertindak sebagai operator industri untuk mencapai tujuannya dengan meluncurkan perdangangan spot atau berjangka itu. Jika pembicaraan dilakukan dengan serius, dia optimistis perdagangan spot dan berjangka untuk komoditas batu bara dapat direalisasikan tahun ini.

“Kami membuka diri untuk melakukan pembicaraan guna merealisasikan perdagangan spot dan berjangka batu bara,” ujarnya kepada IFT.

Menurut Megain, dengan adanya perdagangan spot dan berjangka batu bara, Indonesia memiliki pasar tersendiri yang pembentukan harganya dapat menjadi patokan alternatif dari pasar batu bara yang ada saat ini. Dengan adanya perdagangan spot dan berjangka, produsen batu bara dapat melihat fundamental dari permintaan dan penawaran (supply and demand).

Sisi positif lain adalah adanya jaminan mutu baik secara kualitas maupun pasokan, karena komoditas yang diperdagangkan harus distandarisasi. “Sebelum memulai perdagangan berjangka (batu bara), kami prefer untuk memulai perdagangan fisik terlebih dahulu seperti komoditas timah yang awal bulan ini kami luncurkan,” kata Megain.

Sebelumnya, PT Bursa Berjangka Jakarta menyatakan akan merealisasikan perdagangan berjangka batu bara setelah peluncuran perdagangan fisik batu bara pada kuartal I 2012. Hal itu ditujukan agar para pelaku pasar memahami perdagangan terorganisasi di bursa sebelum diluncurkan perdagangan berjangka.

Andam Dewi, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Usaha, Bursa Berjangka Jakarta ,mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Asosiasi sejak Agustus 2005 terkait kemungkinan adanya perdagangan berjangka batu bara setelah ada indeks batu baraIndonesia (Indonesian Coal Index/ICI). Potensi adanya perdagangkan berjangka batu bara juga sudah dibahas beberapa kali dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Kami telah sepakat dengan asosiasi bahwa sebelum perdagangan berjangka, kami akan meluncurkan terlebih dahulu perdagangan fisik batu bara spot dan forward,” ujar Andam kepada IFT.

Menurut Andam,penyelenggaraan perdagangan berjangka batu bara ditujukan untuk lindung nilai (hedging), yaitu memproteksi harga dari volatilitas dan sebagai investasi alternatif karena mendapatkan harga yang tepat di masa depan.

Bob Kamandanu, Ketua APBI menilai penyelenggaraan bursa berjangka batu bara di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan, karena masih ada beberapa kelemahan dalam penerapan harga patokan batu bara (HPB). Beberapa kelemahan dalam penggunaan harga patokan batu bara antara lain tidak dapat digunakan untuk menutup kontrak jual beli lebih dari 12 bulan (long terms).

Penerapan harga patokan batu bara yang berbasis harga spot untuk kontrak 12 bulan ke depan secara tetap (flat) dapat menimbulkan masalah, baik bagi pemerintah, produsen batu bara, maupun konsumen dalam negeri. Hal itu karena dalam situasi tren harga meningkat untuk 12 bulan ke depan, pemerintah dan perusahaan penjual batu bara dapat dipermasalahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, karena pemerintah kehilangan kesempatan (opportunity) akibat potensi hilangnya sebagian royalti dan sebagian pajak badan dari yang seharusnya.

“Sebaliknya, ketika harga turun perjanjian jual beli yang bersifat flat untuk 12 bulan dapat menimbulkan masalah kepada PT PLN (Persero) karena dapat dipertanyakan oleh Dewan, mengapa PLN membeli lebih tinggi dari harga spot,” papar Bob.

Asosiasi mengusulkan kontrak jangka panjang sebaiknya menggunakan harga mendatang (future price) yang dihasilkan ataupun dikeluarkan oleh operator perdagangan berjangka. Bob optimistis seluruh anggota Asosiasi akan mendukung adanya perdagangan berjangka batu bara.(*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: