RSS

Produksi Emas Newmont dari Batu Hijau Turun 50,8%, Tembaga 42,98%

24 Feb

JAKARTA (IFT) – PT Newmont Nusa Tenggara, anak usaha Newmont Mining Corporation, produsen emas dan tembaga nomor dua terbesar, diestimasikan mencatatkan penurunan produksi dari tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat sepanjang 2011 dibanding 2010 (year-on-year). Produksi emas Batu Hijau selama 2011 sekitar 362 ribu ounces, turun 50,8% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu  737 ribu ounces. Sementara produksi tembaga sekitar 309 juta pound, turun 42,98% dibandingkan 2010 sebesar 542 juta pound.

Rubi W Purnomo, Acting Senior Manager Corporate Communication Newmont Nusa Tenggara, mengatakan penurunan produksi tambang Batu Hijau sudah diperkirakan perseroan. Sesuai dengan siklus operasi tambang,  Newmont saat ini memasuki fase enam, yaitu pembukaan tanah permukaan (stripping) dengan kadar batuan lebih rendah. “Kami hanya mengolah cadangan batuan di stockpile,” ujar Rubi, Kamis.

Dengan asumsi harga jual rata-rata emas perseroan pada 2011 sebesar US$ 1.600 per ounces dan tembaga US$ 4 per pound, Newmont  diproyeksikan membukukan pendapatan dari tambang Batu Hijau sepanjang 2011 sekitar US$ 1,82 miliar. Potensi pendapatan itu berasal dari penjualan emas senilai US$ 579 juta dan tembaga US$ 1,24 miliar.

Sepanjang 2011, perseroan membayar kewajiban royalti kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp 168,4 miliar, turun 36,66% dibanding realisasi pembayaran 2010 sebesar Rp 265,9 miliar karena berkurangnya produksi tambang Batu Hijau. Setoran royalti Newmont tersebut lebih rendah dibandingkan PT Freeport Indonesia, produsen emas dan tembaga terbesar. Freeport membayar royalti US$ 188 juta, naik 1,6% dibanding realisasi pembayaran 2010 sebesar US$ 185 juta.

Martiono Hadianto, Direktur Utama Newmont Nusa Tenggara, mengatakan pada 2011, Newmont membayar total Rp 7,4 triliun terkait semua kewajiban keuangan perseroan kepada pemerintah Indonesia berupa pajak, non-pajak dan royalti sesuai dengan ketentuan kontrak karya. Pembayaran terbesar adalah pajak penghasilan badan sebesar Rp 6,12 triliun, naik dibanding realisasi 2010 sebesar Rp 5,9 triliun.

“Peningkatan ini disebabkan adanya pembayaran pajak penghasilan badan tahun pajak 2010 yang dibayarkan pada 2011 saat penyampaian SPT (surat pemberitahuan tahunan),” ujar Martiono dalam keterangan tertulis, Kamis.

Perseroan juga membayar pajak penghasilan lainnya sebesar Rp 270,9 miliar, naik signifikan dibanding 2010 sebesar Rp 24,3 miliar.  Newmont juga membayar pajak atas dividen Rp 217,5 miliar, turun 956,7% dibanding 2010 sebesar Rp 636 miliar.  Sementara pajak penghasilan karyawan tercatat Rp 224,2 miliar, naik dibanding 2010 sebesar Rp 177 miliar.

Royalti Dipersoalkan
Royalti emas Freeport sejatinya lebih besar apabila mengikuti aturan royalti dalam Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2000 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Pertambangan dan Energi di Bidang Pertambangan Umum. Dalam peraturan tersebut, besaran royalti emas 3,75% dan tembaga 4%.

Namun, klausul perpanjangan kontrak karya yang diteken Freeport Indonesia pada 1991 menyatakan bahwa besaran royalti emas perseroan hanya 1%. Padahal besaran royalti beberapa produsen emas lainnya seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), badan usaha milik negara di sektor pertambangan serta Newmont sebesar 3,75%.  Apalagi, Freeport adalah produsen emas dan tembaga terbesar di Indonesia.

Sepanjang 2011, Freeport memproduksi tembaga dari tambang Grasberg di Papua sebanyak 846  juta pound, turun 44,2% dibanding periode sama 2010 sebanyak 1,22 miliar pound. Adapun produksi dan penjualan emas tercatat 1,27  juta ounces, turun 30,68% dibanding periode sama 2010 sebesar 1,76 juta ounces.

Dengan asumsi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) tembaga perseroan US$ 3,85 per pound, Freeport diestimasikan mencatatkan  pendapatan dari tembaga tahun lalu sebesar US$ 3,26 miliar, turun dibanding 2010 sebesar US$ 4,48 miliar kendati  harga jual tembaga sebesar US$ 3,69 per pound. Sementara dari penjualan emas, Freeport diperkirakan mencatatkan pendapatan US$ 2,01 miliar, turun tipis dibandingkan 2010 sebesar US$ 2,24 miliar dengan asumsi harga jual rata-rata emas perseroan sepanjang 2011 sekitar US$ 1.583 per ounces.

Penjualan emas dari tambang Grasberg pada 2011 diestimasi memberi kontribusi 92% terhadap pendapatan konsolidasi Freeport-McMoran Copper & Gold Inc, induk usaha Freeport Indonesia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: