RSS

Produksi Pamapersada Stagnan, Overburden Naik

24 Feb

JAKARTA (IFT)- PT Pamapersada Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), di bidang jasa penambangan batu bara, sepajang Januari 2012 mencatat produksi yang relatif sama dengan Januari 2011. Namun, perseroan mencatat  peningkatan pada pekerjaan pemindahan lapisan tanah (overburden removal).

Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors, mengatakan volume produksi batu bara Pamaperasada pada bulan lalu sekitar 6,3 juta ton, sama dengan Januari 2010. “Untuk volume overburden removal naik 8,4% menjadi 60,4 juta bank cubic meter dari periode sama tahun lalu sekitar 55,7 juta bank cubic meter,” ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan karakter operasioanl, produksi dan tingkat pekerjaan pemindahan lapisan tanah kuartal I relatif kecil dibandingkan kuartal II dan III. Hal itu disebabkan faktor cuaca yang relatif basah dan menggangu operasi tambang akibat tingkat curah hujan yang tinggi di akhir hingga awal tahun.

Pamapersada, pemimpin di pasar jasa penambangan, tahun lalu berhasail menorehkan kinerja yang solid dan melampaui target yang ditetapkan. Kegiatan penambangan Pamapersada menghasilkan 86,6 juta ton batu bara, tumbuh 11% dibandingkan 2010 sebesar 77,9 juta ton. Volume overburden removal meningkat 21,5% (year-on-year) menjadi 791,7 juta bank cubic meter dari 651,5 juta bank cubic meter.

Sepanjang tahun lalu, produksi batu bara nasional mencapai 370 juta ton menurut Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI). Mengacu angkat tersebut, Pamapersada menguasai sekitar 23,4% pasar jasa penambangan batu bara. Kompetitor Pamapersada, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), sepanjang tahun lalu hanya memproduksi 34,7 juta ton atau sekitar 9,4% dari total produksi batu bara nasional.

Pamapersada tahun ini menargetkan produksi dan overburden removal tumbuh masing-masing 10%. Dengan begitu, produksi diperkirakan mencapai 95,2 juta ton sedangkan overburden removal 870,8 juta bank cubic meter.

Sara mengatakan pertumbuhan 10% merupakan target moderat berdasarkan estimasi dari pertumbuhan produksi dan pemindahan lapisan tanah dari klien-klien perseroan. Rata-rata kontrak yang diperoleh Pamapersada dari perusahaan tambang batu bara berjangka waktu 3-5 tahun. “Kontrak itu paling cepat habis pada 2013, belum ada kontrak baru,” ujarnya

Josep Pangaribuan, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan tahun ini United Tractors menyiapkan belanja modal US$ 550 juta naik 22% dari tahun lalu. Sekitar US$ 500 juta dialokasikan untuk bisnis jasa pertambangan. Menurut dia, alokasi itu cukup besar untuk mendorong bisnis jasa tambang. Dia memproyeksikan produksi dan overburden removal bisa tumbuh 16% baik untuk produksi batubara dan overburden.

“Secara historis, saat harga batu bara turun pada 2009, United Tractors berhasil mencatat kenaikan overburden 16,3% dan produksi 23,1%. Kami melihat tahun ini harga batu bara cenderung flat, sehingga produsen batu bara cenderung melakukan ekspansi,” ujarnya.

United Tractors memproyeksikan kontribusi bisnis batu bara terhadap pendapatan tahun ini berkisar 50%, cenderung sama dengan tahun lalu. Kontribusi jasa penambangan diproyeksikan sekitar 40%, sedangkan dari pertambangan atau penjualan batu bara sebesar 10%. Adapun kontribusi dari segmen penjualan alat berat sekitar 50%.

Perseroan mengekspektasikan proporsi dari tiga segmen bisnis tersebut lebih berimbang dengan meningkatkan kontribusi segmen pertambangan batu bara. Ekspansi di bidang pertambangan batu bara ini dilakukan dengan melakukan sejumlah akusisi tambang pada atahun lalu.

Perseroan berencana melanjutkan ekspansi tersebut dengan mengakuisisi dua tambang, yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Dua tambang itu memiliki cadangan batu bara berkalori tinggi, sekitar 6.000-6.300 kilokalori. “Kami telah menyelesaikan due diligence untuk akuisisi tambang tersebut, mudah-mudahan (akuisisi) selesai Maret,” ujarnya.

Ari Setiawan, Investor Relations United Tractors, mengatakan perseroan menyisakan dana Rp 540 miliar dari hasil rights issue untuk kebutuhan akuisisi tambang. Tidak menutup kemungkinan perseroan menggunakan kas seandainya dana tersebut tidak cukup.

Hingga Desember lalu, perseroan telah menggunakan Rp 4,67 triliun atau 77% dana hasil rights issue sebesar Rp 6,05 triliun. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi tambang. (*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: