RSS

Warga Sumsel Segera Nikmati PLTU Tanjung Enim

24 Feb

Warga Sumsel Segera Nikmati PLTU Tanjung Enim

Laporan Wartawan Kontan,  Lili Sunardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Tambang Batubara Bukit Asam siap mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Enim, April mendatang. PLTU ini merupakan salah satu dari tiga proyek PLTU yang tengah digarap oleh Bukit Asam.

Hananto Budi Laksono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam mengatakan, modal yang disiapkan perusahaan untuk menggarap ketiga proyek ini mencapai US$ 313,1 juta.

“Capital expenditure (capex) kami secara garis besar memang terbagi menjadi dua. Yakni untuk kegiatan rutin sebanyak 10 persen dari total belanja modal, lalu untuk pengembangan 90 persen dari total belanja modal,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (23/2/2012).

Menurutnya, pembiayaan PLTU tersebut sudah dianggarkan sejak tahun lalu dan akan digelontorkan hingga beberapa tahun ke depan. Rinciannya, PLTU Tanjung Enim yang memiliki kapasitas 3×10 megawatt (MW) akan menelan investasi sekitar  41,4 juta dollar AS.

Setelah PLTU Tanjung Enim beroperasi, Bukit Asam juga terus melanjutkan pembangunan PLTU Banjar Sari. Pembangkit ini memiliki kapasitas 2×110 MW. Adapun total biaya yang digelontorkan Bukit Asam untuk PLTU Banjar Sari mencapai 239 juta dollar AS. “PLTU Banjar Sari memang kapasitasnya lumayan besar. Ini kami targetkan selesai pada 2014 nanti. Jadi pembiayaannya pun akan terus bergulir sampai 2014 nanti,” ujarnya.

PLTU ketiga akan dibangun di wilayah Tarahan, Lampung, dengan kapasitas 2×8 MW. Bukit Asam mengalokasikan modal 32,7 juta dollar AS untuk menggarap proyek tersebut. Menurut Hananto, PLTU ini sudah memasuki tahap konstruksi dan diharapkan selesai pada 2013 nanti.

Catatan saja, total capex Bukit Asam tahun ini mencapai Rp 4 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk pembiayaan rutin dan pembiayaan railway yang dikerjakan anak perusahaannya, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Dalam proyek rel kereta api ini, BATR menguasai saham 10 persen, PT Transpacific Railway Infrastructure 80 persen, dan China Railway Engineering Group 10 persen.

Saat ini, pembangunan railway yang menghubungkan Bukit Asam dengan Pelabuhan Baru di Lampung sepanjang 307 kilometer (km) tersebut masih dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan masih dilakukan untuk railway yang kami bangun melalui Bukit Asam Transpacific Railway,” tutup Hananto.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: