RSS

Komnas HAM: Hormati Hak Asasi Warga Sekitar Tambang Emas Banyuwangi

26 Feb

Banyuwangi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirimkan tim ke Banyuwangi. Tim berjumlah empat orang tersebut untuk menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran di sekitar tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran.

Kepala Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Sriyana menyatakan hari ini ada dua pertemuan penting dengan sejumlah pihak di Banyuwangi. Pertama rapat bersama dengan Bupati Banyuwangi, Perhutani serta PT Indo Multi Niaga sebagai perusahaan yang sedang ekplorasi di Tumpang Pitu.

Dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati tersebut, Komnas HAM mendesak semua pihak untuk menghormati hak asasi warga, khususnya yang ada di sekitar tambang emas. Desakan itu lebih mengarah kepada PT IMN, agar lebih komunikatif dengan masyarakat.

Bagaimanapun juga, hadirnya perusahaan tambang emas rentan menimbulkan konflik. Karena menurut laporan warga ke Komnas HAM, sebelum hadirnya perusahaan tambang emas situasi setempat terbilang kondusif.

“Hadirnya tambang emas rentan dengan konflik horizontal dan vertikal,” jelasnya pada sejumlah wartawan, sekeluar dari Mapolres Banyuwangi, Jumat (10/2/2012).

Komnas HAM juga menggelar pertemuan dengan Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi. Dikesempatan itu Kapolres diminta untuk menggunakan cara persuasif dalam penanganan penambang emas liar di Tumpang Pitu.

Dari data yang ada, sejak tahun 2009 hingga Oktober 2011, sedikitnya ada 219 penambang emas liar dipenjara. Dan terbukti hukuman penjara yang mereka jalani tidak membuat jera. “Banyak yang kembali menambang,” ungkapnya.

Sriyana juga mengungkit kasus penembakan oleh Brimob pada warga sipil di lokasi tambang emas liar beberapa waktu lalu. Kasus tersebut didesak untuk segera dituntaskan dan menyeret pelakunya untuk ditindak.

Sementara itu, AKBP Nanang Masbudi yang dikonfirmasi, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah persuasif. Pasukan Brimob yang diperbantukan menjaga area eksplorasi PT IMN juga sudah ditarik.

Nanang juga mengklaim bila jumlah penambang emas liar saat ini sudah turun drastis. Dari sekitar lima belas ribu orang, kini tersisa seribu penambang liar. Banyak penambang emas dari luar daerah Banyuwangi telah dipulangkan ke asalnya masing-masing.

“Warga sekita juga dilatih pertanian dan peternakan,” cetusnya.

Langkah lain, Polres Banyuwangi melakukan pembatasan areal tambang emas liar di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Penambang emas liar “hanya” diperbolehkan menambang di petak 78 dan 79.

Untuk insiden penembakan oleh Brimob, kasus tersebut sudah diselesaikan secara internal oleh Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur. Untuk sanksinya diserahkan kepada Brimob tempat bertugas kedua oknum yang terlibat.

(gik/gik) Irul Hamdani – detikSurabaya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2012 in Berita Tambang Luar Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: