RSS

Merger Glencore-Xstrata Diklaim Tidak Ganggu Persaingan Usaha

27 Feb

JAKARTA (IFT) – Glencore International Plc, agen pemasaran komoditas terbesar dunia, menyatakan merger dengan Xstrata Plc, perusahaan tambang sekaligus produsen batu bara termal terbesar dunia, tidak akan berdampak negatif terhadap iklim persaingan usaha yang sehat.

Glencore akan membawa hasil kesepakatan merger kepada Komisi Eropa (European Commission) karena transaksi itu masuk dalam lingkup regulasi dibawah Uni Eropa (European Union).

Manajemen Glencore menuturkan merger tersebut bertujuan mencakup pelanggan yang lebih luas dan meningkatkan pelayanan serta menjaga keamanan pasokan komoditas untuk memenuhi permintaan pelanggan. “Merger ini tidak akan berdampak negatif pada persaingan di pasar komoditas di mana kedua perusahaan beroperasi,” kata manajamen yang berkududukan di Baar, Swiss, seperti dikutip Bloomberg.

Kesepakatan merger membuat perusahaan gabungan itu akan menjadi eksportir batu bara termal terbesar, produsen terbesar ketiga untuk tembaga dan produsen seng terbesar. Menurut UBS AG, perusahaan gabungan itu akan mengontrol sekitar 11% pasar ekspor batu bara, 8,5% tambang tembaga, 9,5% pasar nikel olahan, serta mengontrol 12% pasar seng. Sebelumnya, Perserikatan Industri Besi dan Baja Eropa (EUROFER) mengkhawatirkan merger tersebut akan merusak persaingan di pasar seng, nikel dan batu bara.

Danny Eugene, Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia, mengatakan sebagai perusahaan raksasa di bidang pemasaran komoditas, Glencore berpotensi mengendalikan harga, khususnya batu bara. Karena itu, sangat mungkin jika ada emiten batu bara di Indonesia yang menjual lepas kepada Glencore, maka harganya akan berpengaruh.”Dengan posisi sebagai market leader,sangat mungkin Glencore menjadi price maker untuk penjualan spot,” ujarnya.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), produsen batu bara berkalori tinggi (hard coking coal) akan mengkaji ulang kerja sama dengan Glencore selaku agen pemasaran batu bara perseroan. Hal tersebut disebabkan adanya potensi konflik kepentingan (conflict of interest) pascamerger Glencore dengan Xstrata.

Ken Allan, Direktur Marketing Borneo Lumbung Energi, mengatakan konflik kepentingan itu muncul karena Xstrata juga merupakan produsen hard coking coal terbesar kelima di dunia. Hal ini bisa menjadi senjata bagi Glencore untuk mengendalikan pasar coking coal. “Xstrata akan menjadi kompetitor bagi tambang perseroan (PT Asmin Koalindo Tuhup) sekaligus pembentuk harga (price setter),” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Allan, memicu perseroan untuk meninjau kembali kesepakatan kerja sama dengan Glencore sebagai agen sekaligus marketing strategy. “Kami mengharapkan merger itu tidak berdampak terhadap harga jual batu bara kami,” katanya.

Glencore menyepakati rencana merger dengan Xstrata dengan nilai transaksi 39,1 miliar poundsterling atau setara US$ 62 miliar, terbesar dalam sejarah bisnis pertambangan. Glencore yang telah menguasai 34% saham Xstrata, dalam transaksi ini menawarkan 2,8 saham baru untuk setiap satu saham Xstrata. Mick Davis, Chief Executive Officer Xstrata akan menjadi CEO dari perusahaan hasil gabungan itu. Ivan Glasenberg, CEO Glencore, menjadi wakil CEO dan presiden.

Merger dua perusahaan raksasa ini akan menciptakan perusahaan baru dengan total penjualan diperkirakan mencapai US$ 209 miliar tahun ini dan menjadi rival bagi BHP Billiton Ltd,perusahaan tambang terbesar dunia yang berbasis di Australia.

Khusus di Indonesia, selain menjadi agen pemasaran bagi sejumlah produsen batu bara, Glencore juga memiliki 4,8% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), eksportir batu bara termal terbesar setelah Xstrata. (*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: