RSS

Penjualan Emas Freeport dan Newmont Diproyeksikan Turun pada 2012

27 Feb

JAKARTA (IFT) – Freeport McMoRan Copper and Gold Inc, perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar kedua di dunia dari sisi produksi, melalui anak usahanya PT Freeport Indonesia, memproyeksikan penjualan emas dari tambang Grasberg di Papua pada 2012 sebesar 1,1 juta ounce, turun 15,38% dari realisasi 2011 sebesar 1,27 juta ounce,  karena penurunan kadar bijih yang lebih rendah. Penurunan produksi dan penjualan juga diestimasikan terjadi padaPT Newmont Nusa Tenggara, produsen emas dan tembaga terbesar kedua nasional, menjadi sekitar 100,98 ribu-123.429 ribu ounces dari realisasi 2011 sebesar 318 ribu ounce.

Richard C Adkerson, President and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan, induk usaha Freeport Indonesia,  menyatakan harga jual rata-rata emas dari tambang Grasberg sekitar U$ 1.600 per ounce, naik tipis dibanding harga jual tahun lalu US$ 1.583 per ounce. Adapun harga jual tembaga diperkirakan US$ 3,5 per pound, turun dibanding tahun lalu US$ 3,69 per pound. Namun, Freeport-McMoRan mengestimasikan kenaikan penjualan tembaga dari tambang Grasberg menjadi 930 juta pound dari realisasi tahun lalu 846 juta pound.

“Pencapaian proyeksi volume penjualan tahun ini bergantung pada sejumlah faktor, termasuk waktu untuk mengembalikan produksi dengan kapasitas penuh di tambang Grasberg,” ujar Adkerson dalam laman perseroan.

Dengan harga emas rata-rata US$ 1.600 per ounce dan penjualan 1,1 juta ounce, Freeport diproyeksikan membukukan pendapatan dari penjualan emas dari tambang Grasberg sebesar US$ 1,76 miliar. Potensi pendapatan dari penjualan tembaga diperkirakan US$ 3,25 miliar.  Total proyeksi pendapatan Freeport dari tambang Grasberg tahun ini sekitar US$ 5,01 miliar.

Tahun lalu, Freeport diestimasikan mencatatkan pendapatan dari tambang Grasberg  sebesar US$ 5,27 miliar, turun 21,57% dari realisasi 2010 sebesar US$ 6,72 miliar. Penurunan pendapatan itu dipicu berkurangnya produksi emas dan tembaga perseroan, khususnya di kuartal IV karena unjuk rasa karyawan serta gangguan di lokasi tambang sehingga menghambat proses produksi.

Freeport memulai kegiatan operasi di tambang Grasberg pada 1967 setelah terbit Undang-Undang Penanaman Modal Asing. Luas konsesi tambang Grasberg diperkirakan mencapai 212.950 hektare. Sebanyak 90,64% saham Freeport Indonesia dimiliki Freeport-McMoRan dan 9,36% sisanya milik pemerintah Indonesia.

Fase 6 Newmont

Newmont Mining Corp, induk usaha Newmont Nusa Tenggara, memproyeksikan penurunan produksi karena tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat masih mengerjakan Fase-6, yaitu pengupasan lapisan permukaan dan mengolah stockpile.  Poduksi emas per­seroan tahun ini diestimasikan 100,98 ribu-123.429 ribu ounces dan tem­baga 179,53 juta-201,97 juta pound.

Estimasi produksi itu sesuai dengan proyeksi bagian produksi (attri­butable production) Newmont Mining dari tambang Batu Hijau.  Manajemen New­­mont Mining menyatakan attributable productionemas tahun ini dari tambang Batu Hijau diperkirakan 45 ribu-55 ribu ounces dan tembaga 80 juta-90 juta pound. Ini dengan asumsi Newmont Mining memiliki hak ekonomi 44,56% di  Newmont Nusa Tenggara setelah menuntaskan seluruh kewajiban divestasi tahun ini.

Newmont Mining memperkirakan bagian perseroan dari tambang Batu Hijau pada 2011 sekitar 154 ribu ounces emas dan 137 juta pound perak.  Sepanjang 2011, Newmont Nusa Tenggara mencatatkan produksi sebanyak 318 ribu ounce, turun 56,8% dibanding realisasi 2010 sebesar 737 ribu ounce. Sedangkan produksi tembaga 352 juta pound, turun 41,3% dari realisasi periode sama tahun sebelumnya sebesar 600 juta pound.

Martiono Hadianto, Direktur Uta­ma Newmont Nusa Tenggara, menyatakan pe­nur­unan produksi tambang Batu Hi­jau akan berlangsung hingga 2013. Tahun ini, tambang Batu Hijau akan memasuki fase produksi yang paling rendah karena menuntaskan pe­ngem­bangan eksploitasi ke Fase-6 dan Fase-7. Perseroan juga akan me­lanjutkan kegiatan eksplorasi pada Blok Elang dan Dodo Rinti di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Newmont Nusa Teng­gara memulai kegiatan pe­nambangan di Batu Hijau pa­da 2000. Sebanyak 56% sa­ham perseroan dikuasai Nusa Tenggara Partnership BV. Ini adalah perusahaan  konsorsium Newmont In­donesia Limited BV, anak usaha Newmont Mining dan Nusa Tenggara Mi­ning Corp BV, perusahaan afiliasi Sumitomo Corp, Jepang. Sisanya dimiliki oleh PT Multi Daerah Bersaing (konsorsium tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat dan PT Multi Capital, anak usaha Bakrie) sebanyak 24%, PT Pukuafu Indah 17,8%, dan PT Indonesia Masbaga Investama2,2%.

Nusa Tenggara Partnership saat ini tengah menyelesaikan divestasi 7% saham periode 2010 yang akan dibeli oleh Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan senilai US$ 246,8 juta. (*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2012 in Berita Tambang Dalam Negeri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: